Aplikasi PCK pada Pembelajaran Materi Sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan Kelas IX SMP
Nama : Achna Himawati
NIM : 1810710053
Aplikasi PCK
pada Pembelajaran Materi Sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan Kelas
IX SMP
- Kompetansi
Dasar
1.2 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya.
3.2 Menganalisis sistem perkembangbiakan pada tumbuhan
dan hewan serta penerapan teknologi pada sistem reproduksi tumbuhan dan
hewan.
4.2 Menyajikan karya hasil perkembangbiakan pada
tumbuhan.
- Indikator
Pencapaian Kompetensi
3.2.1 Mengidentifikasi perkembangbiakan generative/seksual
dan vegetative/aseksual pada beberapa tumbuhan pantai.
3.2.2 Mendeskripsikan perkembangbiakan seksual dan
aseksual pada beberapa tumbuhan pantai.
3.2.3 Mengumpulkan informasi tentang teknologi
reproduksi pada budidaya cemara laut.
3.2.4 Memperkirakan bentuk jasa yang akan dibutuhkan
pasca pegembangan teknologi reproduksi cemara laut
3.2.5 Mengidentifikasi perkembangbiakan generative/
seksual dan vegetative/aseksual pada koral dan beberapa hewan pantai.
3.2.6 Mendeskripsikan perkembangbiakan seksual dan
aseksual pada koral dan beberapa hewan pantai.
4.2.7 Menyajikan hasil semaian biji atau cangkokan
cemara laut.
4.2.8 Mencari informasi teknologi fragmentasi
(perkembangbiakan aseksual) pada koral.
4.2.9 Menyajikan informasi tentang teknologi
reproduksi pada budidaya teripang laut.
- Tujuan
Pembelajaran
Melalui model pembelajaran PjBL peserta didik mampu:
3.2.1.1 Mengidentifikasi perkembangbiakan
generative/seksual dan vegetative/ aseksual pada beberapa tumbuhan pantai
melalui pengamatan dengan memaksimalkan panca inderanya.
3.2.2.1 Mendeskripsikan perkembangbiakan
generative/seksual dan vegetative/aseksual pada beberapa tumbuhan pantai
melalui pengamatan.
3.2.3.1 Melakukan teknologi perkembangbiakan cemara
laut melalui percobaan.
3.2.4.1 Mengumpulkan informasi tentang teknologi
reproduksi pada budidaya cemara laut melalui observasi di tempat budidaya
cemara laut atau studi literatur.
3.2.5.1Menyajikan hasil penyemaian biji atau
mencangkok cemara laut melalui penugasan
3.2.6.1 Memperkirakan jasa yang dibutuhkan pasca
teknologi budidaya cemara laut.
4.2.7.1Mengidentifikasi perkembangbiakan
generative/seksual dan vegetative/ aseksual pada koral dan beberapa hewan laut
berdasarkan hasil pengamatan.
4.2.8.1Mendeskripsikan perkembangbiakan seksual dan
aseksual pada koral dan beberapa hewan laut berdasarkan hasil studi literatur.
4.2.9.1 Menyajikan laporan tentang teknologi
reproduksi pada budidaya teripang laut (atau hewan laut lain) secara
berkelompok melalui observasi lapangan atau studi literatur.
- Materi
Pokok
- Reproduksi
pada tumbuhan
Perkembangbiakan pada tumbuhan ada dua cara, yaitu
dengan cara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif adalah
perkembangbiakan melalui bagian tumbuhan itu sendiri, sedangkan
perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan melalui penyerbukan.
Tumbuhan berkembangbiak dengan cara kawin (generatif) dan tidak kawin
(vegetatif).
- Perkembangiakan
tumbuhan secara kawin (generatif)
Tumbuhan yang berkembangbiak dengan cara kawin selalu
diawali dengan peristiwa penyerbukan pada bunga. Penyerbukan yaitu proses
menempelnya serbuk sari di kepala putik. Penyerbukan kemudian diikuti dengan
proses pembuahan sehingga terbentuk biji. Contoh tumbuhan yang berkembangbiak
dengan cara kawin antara lain : mangga, jeruk, dan jambu.
- Perkembangbiakan
Tumbuhan Secara Tak Kawin (vegetatif)
Cara perkembangbiakan secara tak kawin dibagi menjadi
dua yaitu perkembangbiakan vegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif
buatan.
- Perkembangbiakan
vegetatif alami
Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif alami
sebagai berikut :
- Spora, contoh tumbuhan yang
berkembangbiak dengan spora adalah lumut dan tumbuhan paku.
- Tunas, contoh tumbuhan yang
berkembangbiak dengan tunas adalah : pisang, bambu, dan tebu.
- Tunas
adventif,
contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan tunas adventif adalah :
sukun,cemara, dan cocor bebek.
- Umbi
batang,
contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan umbi batang adalah : ubi jalar,
gembili, dan kentang.
- Umbi
lapis,
contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan umbi lapis adalah : bawang
merah, bawang putih, dan bunga bakung.
- Akar
tinggal (rhyzoma), contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan akar tinggal adalah :
jahe, kuntit, dan lengkuas.
- Geragih
atau stolon,
contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan geragih adalah : arbei,
pegagan, dan semanggi.
- Perkembangbiakan
vegetatif buatan
Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Pada Tumbuhan adalah
suatu perkembangbiakan aseksual yg dapat terjadi dengan adanya campur tangan
dari pihak lainnya seperti bantuan (campur tangan) dari Manusia. Lalu 5 Contoh
Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Pada Tumbuhan antara lain :
- Mencangkok
Mencangkok adalah salah satu usaha untuk
mengembangbiakkan Tumbuhan dengan memakai cara membuat suatu Akar Baru di
Bagian Batang Tumbuhan tersebut. Lalu Batang yang sdh tumbuh akarnya itu bisa
dipotong dan ditanam menjadi suatu Tanaman yang baru. Contoh Tumbuhan yang bisa
dicangkok antara lain Jambu, – Mangga, Belimbing, Jeruk.
- Stek
Cara Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Pada Tumbuhan
dengan cara Stek ini adalah dengan menanam potongan bagian tertentu dari
Tanaman tersebut.
- Merunduk
Cara Memperkembangbiakan Buatan Pada Tumbuhan dengan
Cara Merunduk ini ialah dengan cara membengkokkan sebagin Batang tau Ranting
dan nantinya memendamkannya ke dlm Tanah. Contoh Tumbuhan dengan Cara Merunduk
ini antara lain :Apel, Bugenvil.
- Menempel (Okulasi)
Cara Okulasi atau Menempel ini adalah dengan cara
menempelkan suatu Tunas Muda di Batang (Ranting) Tanaman Induk. Cara ini
bertujuan untuk menggabungkan 2 sifat tanaman yg berbeda sehingga dapat
memperoleh Tanaman yg sifatnya lebih baik dari Induk’kannya. Contoh Tanaman yang
bisa di Okulasi antara lain : Jeruk, Durian, Rambutan
- Menyambung (Kopulasi)
Cara Memperkembangbiakan Tumbuhan Secara Buatan dengan
Menyambung ini ialah dengan menggabungkan Batang Bawah dan Batang Atas dari
suatu Tanaman yg berbeda, sehingga akan memperoleh Tanaman yang baru.
- Menyusui
Cara memperkembangbiakkan tumbuhan dengan
menggabungkan antara batang dari induk yang sudah dewasa dengan yang masih
kecil (bibit) dengan cara melukai batang masing-masing tumbuhan. Setelah batang
kedua tumbuhan menyatu, maka dapat dipisahkan dengan mengambil keuntungan bahwa
batang bagian bawah masih keil sedangkan bagian atasnya sudah tua sehingga
terdapat pohon yang masih kecil dapat menghasilkan buah yang lebih cepat.
2. Teknologi reproduksi pada tumbuhan
Teknologi reproduksi pada tumbuhan meliputi vertikultur,
hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.
- Hidroponik
Hidroponik merupakan cara penanaman tumbuhan dengan
menggunakan larutan nutrisi dan mineral dalam air dan tanpa menggunakan tanah.
Tanaman darat khususnya sayuran seperti paprika, tomat, timun, melon, terong,
dan selada dapat ditumbuhkan secara langsung dalam wadah yang berisi nutrisi
atau dengan ditambah medium yang tak larut dalam air, misalnya kerikil, arang,
sekam, spons, serbuk kayu, dan lain sebagainya. Ilmuwan menemukan bahwa
tumbuhan menyerap nutrisi yang penting dalam bentuk ion-ion yang terlarut dalam
air.
Kelebihan teknik reproduksi hidropinik antara lain :
keuntungan hidroponik tanaman tumbuh lebih cepat, pemakaian pupuk
lebih hemat, pemakaian air lebih efisien, tenaga kerja yang diperlukan lebih
sedikit, lingkungan kerja lebih bersih, hara dan pH lebih teliti, dan masalah
hama dan penyakit tanaman dapat dikurangi
- Vertikultur
Vertikultur adalah teknik budidaya tanaman dengan cara
membuat instalasi secara bertingkat (vertikal) dengan tujuan untuk meningkatkan
jumlah tanaman. Vertikultur diserap dari bahasa Inggris yang berasal dari kata
vertical dan culture. Penanaman teknik ini menggunakan sistem budidaya
pertanian secara bertingkat baik indoor maupun outdoor. Tujuan
utama aplikasi teknik vertikultur adalah memanfaatkan lahan sempit seoptimal mungkin.
Teknik budidaya ini merupakan konsep penghijauan yang
cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas. Jenis-jenis tanaman yang
dibudidayakan biasanya adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi,
berumur pendek atau tanaman semusim khususnya sayuran (seperti seledri,
caisism, pack-choy, dan selada), dan memiliki sistem perakaran yang tidak
terlalu luas. Beberapa keunggulan teknik ini adalah : hemat lahan dan air,
wadah media tanam disesuaikan dengan kondisi setempat, umur tanaman relatif pendek,
pemeliharaan tanaman relatif sederhana, dan sangat mendukung pertanian organik.
- Kultur
Jaringan Tumbuhan
Kultur jaringan adalah suatu metode perbanyakan
tumbuhan dengan cara mengambil suatu bagian dari tanaman, seperti sel atau
sekelompok sel, jaringan, atau organ. Bagian tanaman yang telah diambil
selanjutnya ditumbuhkan dalam kondisi steril pada medium yang mengandung
nutrisi dan zat pengatur tumbuh (hormon). Bagian tanaman akan dapat
memperbanyak diri dan berkembang menjadi tanaman yang memiliki organ yang
lengkap yaitu akar, batang, dan daun.
Tujuan reproduksi teknik kultur jaringan adalah untuk
memperoleh bibit tumbuhan dengan jumlah yang sangat banyak, dengan kualitas
yang sama, waktu cepat, mempunyai sifat serupa dengan induknya. Semua jenis
tumbuhan dapat dikembangbiakkan menggunakan metode ini, namun masing-masing
memerlukan perlakuan khusus agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Contoh tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan diantaranya adalah
tanaman kelapa sawit, jati mas, coklat, anggrek.
3. Reproduksipada hewan
- Perkembangbiakan
Hewan Secara Seksual
- Melahirkan, hewan yang berkembangbiak
dengan cara melahirkandisebut vivipar. Hewan yang berkembangbiak dengan
cara melahirkan biasanya memiliki ciri-ciri : berdaun telinga, memiliki kelenjar
susu, bernafas menggunakan paru-paru. Hewan yang berkembangbiak dengan
cara ini disebut hewan mamalia. Contoh hewan yang berkembangbiak dengan
cara melahirkan antara lain : sapi, kuda, dan lumba-lumba.
- Bertelur, hewan yang berkembangbiak
dengan cara bertelur disebut ovipar. Ciri hewan bertelur embrionya
berkembang di dalam telur hingga menetas. Telur tersebut menentas di luar
tubuh induknya.
Contoh hewan yang berkembangbiak dengan bertelur
antara lain : berbagai jenis ikan, katak, burung, ayam, itik, ular kobra,
kura-kura, buaya, cecak.
3. Bertelur melahirkan. Hewan yang
berkembangbiak dengan cara bertelur melahirkan disebut ovovivipar. Hewan ini
bertelur dan embrionya bekembang di dalam tubuh induknya hingga menetas.
Setelah menentas individu baru tersebut akan keluar dari tubuh induknya. Contoh
hewan ovovivipar adalah ular boa, ular piton, dan ular sanca.e2.
2. Perkembangbiakan Hewan
Secara Aseksual
a. Fragmentasi, hewan yang
berkembangbiak dengan cara fragmentasi membentuk individu baru dari bagian
potongan tubuhnya. Contoh hewan yang berkembangbiak dengan cara fragmentas
adalah cacing pipih (planaria).
b. Tunas, tunas terbentuk
dari dinding induknya yang menonjol. Setelah dewasa tunas tersebut akan
memisahkan diri dari induknya. Contoh hewan yang berkembangbiak dengan cara
tunas adalah hewan hydra dan anemon laut.
4. Teknologi reproduksi pada hewan
Teknologi reproduksi pada tumbuhan meliputi
vertikultur, hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.
- Inseminasi
Buatan
Kawin suntik atau dikenal dengan istilah inseminasi
buatan (IB) adalah proses memasukkan cairan sperma (semen) dari sapi jantan
yang unggul ke dalam saluran reproduksi sapi betina dengan bantuan manusia.
Inseminasi buatan ini dilakukan dengan cara me masukkan sp*rma (semen) yang
telah dibekukan dengan menggunakan alat seperti suntikan. Inseminasi buatan
memiliki beberapa manfaat, antara lain efisiensi waktu dan biaya serta
memperbaiki kualitas anakan sapi.
Perbaikan kualitas misalnya sebagai penghasil daging
yang berkualitas (sapi potong). Sebagai contoh, untuk menghasilkan anakan sapi
dengan kualitas daging yang baik dan berjumlah banyak, diambil sel-sel sperma
dari sapi brahman dari India untuk diinseminasikan pada sapi betina lokal.
- Perkawinan
Silang
Perkawinan silang adalah perkawinan dua hewan yang
berlainan varietas dalam satu spesies. Tehnik ini dilakukan dengan
memperhatikan sifat-sifat yang baik dari individu-individu yang disilangkan.
Pembastaran merupakan cara sederhana dan paling mudah untuk mendapatkan bibit
unggul. Kelemahan dari sistem pembastaran adalah hanya dapat dilakukan
antar varietas dalam satu spesies.
Salah satu contoh perkawinan silang
adalah Kambing PE (Peranakan Etawa). Kambing ini merupakan hasil
persilangan antara kambing Etawa dengan kambing lokal/Kacang.
- Model/Pendekatan/Metode
Pembelajaran
- Model
Pembelajaran : Project Based Learning
(PBL)
- Pendekatan
Pembelajaran : Scientific
- Strategi
Pembelajaran : Discovery Learning
- Metode
Pembelajaran : Diskusi, Eksperimen,
Presentasi
- MEDIA/
ALAT DAN BAHAN
- MEDIA
- Laptop
- Powerpoint
- Video
Pembelajaran
- ALAT
- ATK
(alat tulis kantor)
- Alat
dan bahan praktikum siswa
- BAHAN
- Buku
Materi
- LKS
Komentar
Posting Komentar