Strategi Pembelajaran IPA

Nama     : Achna Himawati
NIM      : 1810710053
Analisis Jurnal Model Pembelajaran IPA Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Berpikir Kritis 


1.Sistem Sosial 
        Pada model pembelajaran IPA berbasis masalah siswa diharuskan melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian terhadap masalah nyata. Siswa harus menganalisis dan mendefinisikan masalah, mengumpulkan dan menganalisis informasi, melakukan percobaan dan merumuskan simpulan. Dalam model ini, siswa dapat menumbuhkan keterampilan menyelesaikan masalah, bertindak sebagai pemecah masalah dan dalam pembelajaran dibangun proses berpikir, kerja kelompok, berkomunikasi, dan saling memberi informasi. Selain itu model pembelajaran ini dapat memberikan kesempatan pada siswa bereksplorasi mengumpulkan dan menganalisis data untuk memecahkan masalah, sehingga siswa mampu untuk berpikir kritis, analitis, sistematis dan logis dalam menemukan alternatif pemecahan masalah. 
 2. Sintaks Pembelajaran 
        Langkah - langkah yang digunakan dalam model pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut :
 - Berdiskusi dengan kelompok belajar 
 - Mengajukan pertanyaan 
 - Memadukan pendapat - pendapat siswa lainnya 
 - Menyusun kembali pendapat - pendapat tersebut 
3. Prinsip Reaksi 
        Dalam proses model pembelajaran berbasis masalah ini siswa dilatih dengan aktivitas pemecahan masalah dengan menggunakan perangkat pembelajaran berdasar masalah diawali dengan mengajukan pertanyaan. Karena hal tersebut merupakan awal usaha intelektual yang berfungsi untuk merangsang pikiran, membuka wawasan yang kaku dan sempit, membuka cakrawala dan mencerdaskan peserta didik. Dalam hal ini diharapkan siswa mampu mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari - hari untuk memecahkan masalah IPA dalam sehari - hari.Kegiatan lain pada aktivitas pemecahan masalah adalah berdiskusi dengan kelompok belajar. Pada diskusi kelompok siswa memadukan pendapat - pendapat siswa lainnya dan menyusun kembali pendapat - pendapat tersebut untuk mendapatkan suatu pendapat yang terbaik bagi kelompoknya. Pada kegiatan diskusi, siswa berhadapan dengan ide-ide lain yang sejalan maupun yang bertentangan dengan idenya. 
 4. Sistem Pendukung
        Sistem pendukung  dalam model pembelajaran ini adalah pembelajaran dengan strategi pemecahan penerapan LKS berbasis masalah juga memberikan peluang kepada siswa untuk melibatkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences) yang dimilikinya. Penerapan LKS berbasis masalah sebagai strategi pemecahan masalah dapat dilengkapi dengan perangkat audiovisual. Desain pembelajaran ini kemudian dapat dikemas dalam sebuah modul koperatif, lembar kegiatan dirumah dll
5. Dampak Pembelajaran
        Dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah siswa sudah mampu meningkatkan berpikir kritis serta terdapat peningkatan nilai rata - rata dalam proses pembelajaran. Selain itu siswa lebih termovitasi belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah seperti sifat dalam perubahan fisika dan kimia setelah diterapkan pembelajaran dengan perangkat pembelajaran berdasar masalah mengalami peningkatan.



Komentar